“Ban Serep”

images

Hmmmmm, penting gx sih yang namanya BAN SEREP?

Otomatis, jawabannya “PENTING”.

Apalagi untuk melalui jalan yang belum tau track-nya gimana, atau yang sudah jelas penuh rintangan.

***

Yupzz, gx cuma kendaraan. tapi KEHIDUPAN juga.

HIDUP ibarat kendaraan, bedanya hidup itu gx bisa mundur ke masa lampau,,,

“Ha? HIUDUP PERLU PAKAI BAN SEREP???”

hoho, istilah saja.

Kita perlu rencana Buntuk mengakali jika rencana A gx bisa berjalan lancar, bahkan kita harus siapin rencana C, D dan seterusnya.

Karena tak ada yang tau besok itu seperti apa, minggu depan itu bagaimana, bulan depan bisa apa, apalagi tahun depan!!!

Untuk mensiasati kemungkinan gagal di hari esok, kita kudu nyiapin ide cemerlang mengenai rencana berikutnya…

“Enjoy aja dengan keseriusan hidup ini, tapi jangan lupa sama Sang Maha Pengatur Hidup… Jalani semuanya dengan kesungguhan, Berpegang pada apa yang jadi prinsip hidup”

~~~~~

Ekspresi Buruuuaaaaak si Nyonya “But She Always so Preety”

Pertama; foto ini diambil di kebun teh Kabawetan Kepahiang

100_1050

 

Kedua; ketika makan ‘Bakso Dusun’

100_0583

 

Ketiga; foto yang diambil tanpa sepengetahuannya, hmmm ketika Nyonya tahu ingin difoto jadilah foto ini, ia ingin mengatakan “ntar dulu”, jepret…

Digital Camera

Foto ini diambil saat makan kolak di rumah Nyonya…

 

Keempat; ini ekspresi Nyonya ketika selesai menemani aku Yudisium, cekidoottt!

100_0731

 

Kelima; ketika  photo section bareng adik bungsu ‘Manang Dali’, gkgkgk

Picture1

 

Sebenernya masih ada foto-foto buruuaaakk yg lain, tapi cukuplah yah..!!!

Walaupun begitu, My Beloved Nyonya the number two, hehehehe

Number one buat Mak aja yah, Nya”

Bakso Dusun

100_0585

 

“Makananmu selalu bersisa, Nyonya!!”

 

Hmm, itulah My Beloved Nyonya, nggak pernah menghabiskan makanannya ketika makan di rumah makan atau warung-warung jajanan. Yah, begitulah, hanya beberapa kali saja ia bisa menghabiskan makanan itu.

Senang rasanya saat meliat Nyonya menghabiskan makanan itu.

Ia makannya lahap.

Itu hanya untuk makanan kelas “mengenyangkan”, nggak untuk makanan ringan atau cemilan ataupun buah-buahan. Jika yang dimakan adalah buah-buahan, cemilan atau makanan ringan maka tak bisa dipungkiri Nyonya adalah “RATU NYEMIL”, semua cemilan terlihat selalu kurang jika di depan Nyonya…

Nyonya ku penyantap cemilan super buanyaaakkk…!!!!

*****

Balik lagi nihke judul kita, Bakso Dusun.

Itu sebutan dari Nyonya untuk sebuah warung bakso yang berada di kawasan kecamatan hujanmas (Kepahiang).

Hari itu mengenalkanku kepada warung bakso kesukaannya,,,

Hmmmm, karena baru saja selesai makan cemilan yg buanyak  + strawberry yang aku bawakan, jadi makan baksonya setengah porsi ajah…

Itu ajah masih sisa dari mangkok Nyonya… ckckckckckckkk

Ini nih, makan bakso sambil aksi narsis dikit///

100_0586

 

Hehehehe, baksonya mau ikut foto sama kita berdua.. ngerusakin suasana ajah tuh pentol bakso… but, it’s look so romantic, right????

100_0589

 

Ini sebenernya sebelum menikmati bakso dusun sebab masih dipesan, tuh lihat Nyonya dah ngiler mau icip-icip baksonya.. hohohoho

100_0583

 

Ekspresi buruaknya Nyonya, ini hanya acting, but she always preety..!!!

 

Sehabis makan dan kenyang, serta pus foto-foto. Kami pulang ke rumah Nyonya dan hamper kehujanan karena sesampainya di rumah hujan langsung mengguyuri Kota Curup dan wilayah perbatasannya dengan Kepahiang….

~~~~~~

Hmmm “SY”

Sore ini,

Lumayan menyenangkan karena sore ini yg ditunggu sudah menunjukkan keseriusan…

“SY” kode pengajar untukku, inisial nama yg cukup bagus…

Kode ini membuka jalanku untuk bergerak lebih enteng..

Membantuku untuk lebih bisa menerima hal baru…

Membuatku lebih yakin untuk melangkah lebih jauh…

“Selamat Yah….”

hmmm, aku “SY”

Cerita Perjalananku…

Gambar

~~~Sabtu, 19 Januari 2013 ~~~

Aku berkumpul bersama teman akrabku, bisa dikatakan sahabat atau mungkin sudah seperti saudaraku sendiri,

Mereka datang untuk menemaniku sampai detik terakhirku berada di kosan ku yg tercinta.

Yah, pondokan yang telah kutempati selama 4 tahun lebih belakangan ini.

Kamar itu adalah basecamp nya kami untuk berkumpul membuat laporan, bersenda gurau, makan bareng, atau bahkan menjadi tempat penginapan bagi mereka yang bermain di pondokanku…

Kamar yang penuh kenangan itu bakan aku tinggalkan hari ini.

~tin tin tin..

suara kendaraan roda empat “Phanter” membunyikan klaksonnya.

Itu adalah travel yang akan mengantarkanku ke Tanah Minang.

Sahabat-sahabatku membantu membawakan koperku…

Pelukan hangat dan jabatan tangan yang penuh arti. aku pamitan dengan sahabat terbaikku dan para saudara sepenghuni pondokan rohani…

~Malam tiba

Roda empat yang ku tumpangi terus melaju menyusuri pantai barat sumatera.

Alunan musik khas melayu mengalun indah menggiring penumpang berlabuh ke pulau mimpi.

Deru ombak di sisi kiriku pun ikut menyapaku yang pertama kali melewati daerah ini, seolah menyampaikan salam kebesaran Tuhan yang telah menciptakan alam semesta.

Malam semakin pekat, meski bulan sabit tak surut niatnya menerangi bumi.

Ribuan bintang berkedip keadaku, seolah mengajakku menikmati malam dengan penuh syukur.

Akan tetapi hembusan angin malam merayuku untuk melangkah ke alam bawah sadarku.

Dan akupun terlena, terlelap tenang menuju alam mimpi.

~Roda empat kini menepi ke sisi kiri jalan.

Sang sopir turun dari singasananya setelah melihat roda empat lainnya mengalami pecah ban.

Aku pun ikut turun untuk sekedar meregangkan otot dan berbagi kisah dengan sang kekasih (My Beloved Nyonya) lewat pesan pendek.

Perjalanan masih panjang untuk menginjakkan kaki di tanah Malin Kundang.

Semoga selamat sampai tujuan, Amiin…

~~~Minggu, 20 Januari 2013. pkl. 00.00 am~~~

Tengah malam, Aku membuka mata saat roda empat yang ku tumpangi kembali bersandar di tepi jalan.

Kali ini ia mengantarkanku untuk kembali menguji selera lidahku.

Yah, perutku ini memang tidak terlalu lapar, tapi tetap saja diajak untuk menikmati masakan padang.

Ngomong-ngomong masalah Padang, Aku belum tau kami sudah sampai dimana saat ini.

Satu porsi makanan telah ku habiskan untuk tengah malam ini.

Yah, tengah malam, pukul 00.00 am.

Detik awal Minggu 20 Januari 2013 telah menghampiriku secara perlahan.

Perutku telah kenyang secara sempurna, mataku kembali menemui kantuknya.

~Ternyata kita sudah di Tapan.

Kabupaten pertama di Sumatera Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Mukomuko Bengkulu.

Pak sopir harus hati-hati, selain jalannya yang tak terlalu lebar,banyak sapi-sapi berkeliaran di malam hari,.

Mereka bebas berkeliaran tanpa jerat tali yang biasanya mengikat spesies mereka.

Kondisi jalan masih hampir sama dengan Bengkulu, berlobang.

Tapi jauh berbeda dengan jalan Mukomuko yang halus…

~pukul 7.30

Roda empatku telah menemui tujuannya, aku dijemput Bang Andi (AA) di Kampung Jawa 2 Pariaman, menuju ke post peristirahatan di Kampung Jawa 1.

Aku beristirahat sejenak di gedung ini. besok atau lusa aku akan menghadapi ujian tulis…

Segera ku menelpon keluarga di kampung untuk memberi kabar bahwa aku sudah tiba di tempat tujuan.

Dan terutama My Beloved Nyonya…

~~~~~~

Aku Pergi untuk Masa Depan..!

Ketika Istri Membangkang dan Menentang Suami

Cek satu dua tiga…

Hari ini (Sabtu, 19 Januari 2013). Aku akan segera meninggalkan tanah raflesia dan akan menuju negerinya Malin Kundang…

Kalau orang Padang merantau keluar daerahnya, tapi kali ini Aku yang akan merantau, mengadu nasib di daerah tersebut…

Rencana jangka 3 tahun ke depan masih tinggal di sana, , ,

Rencana pertama adalah akan bergulat dalam ilmu pendidikan kimia, membagi ilmu dengan yang lain. Jika berjalan lancar, maka aku ingin menambah ilmuku kembali di salah satu Universitas disana sebagai rencana kedua. Dan semoga semuanya beerjalan lancar secara berinringan, dan aku ingin melabuhkan hatiku pada sang Nyonya…

Ehhhmmm, ngomong-ngomong masalah Nyonya!

Beliau terpaksa aku tinggalkan untuk sementara, lagian beliau juga punya rencana keluar dari tanah raflesia ini untuk melanjutkan studinya… Semoga berhasil Nyonya.. ganbatte,

Tentu tak bisa dihindari rasa kangen sama Nyonya, dengan waktu yang tak bisa diperkirakan untuk ketemuan…

Aku akan berusaha menjaga hubungan ini dan menjaga komunikasi dengan beliau sebagai janjiku…

Hal yang paling aku kangenin yaitu ketika SHALAT JAMA’AH bareng NYONYA…

Yupz, shalat jama’ah. Aku sebagi imam di depan, dan beliau sebagai makmum di shaf belakang. Ia tampak cantik dengan mukenah yang ia pakai, ia begitu anggun. dan ketika selesai do’a ba’da shalat,  beliau akan meraih tanganku untuk dicium…

Lucu, tapi yah itulah yang bikin aku kangen sama Nyonya,,,

Cewek tomboi yang punya sejuta rahasia kecantikan, kecantikan batin, kecantikan sikap dan semuanya… Aku menyebutnya cewek yang unik, karena kelebihan dia jika dibandingkan cewek biasanya sungguh luar biasa,,,

“Aishiteru, Nyonya…!!”

Sabar yah,!!!

Ada waktunya nanti kita dipertemukan dalam situasi yang lebih serius dan lebih dewasa dari biasanya,

lebih bahagia dari biasanya, lebih mandiri dari biasanya, lebih mesrah dari biasanya, dan lebih lagi,…

“Semoga para malaikat Allah selalu mengaminkan keseriusan kita” Amiin….

 

Ngecat sambil Perang, yukkkk!!!!

Kemarin (Selasa, 15 Januari 2013)

Gambar

putih, yupz…!

itu cat tembok yang kami pakai buat ngecat rumah (huz, cuma jendela kok! hehe)…

Asyiik, nge-date dengan ngecat… gaya “date’s style on 2013”..

kayak foto di atas, My Nyonya tampak cantik kalo lagi ngecat. tapi, kalah putih sama cat.. (maklum My Nyonya kan hitam manis.. ssstttt)

Aku bagian ngecat dengan kuas gede, dan My Nyonya bagian kuas kecil buat ngecat bagian yang sempit atau pinggiran jendela… kira2 bagian polesan lah…

Hmmm, tapi ketika lagi serius-seriusnya ngecat. lenganku dicoret sama My Nyonya… dasar nakal… sampai akhirnya Aku harus balas dendam dan berikut hasil coretanku ditangannya…

Gambar

tapi, My Nyonya gx mau kalah,, samapai-sampai Aku gx bisa konsen buat ngecat, serius dikit, langsung deh tangan dan kaki jadi sasaran curetan kuas My Nyonya… dia memang nakal… dan lihatlah berikut hasil aniaya dari My Nyonya…

Gambar

Foto di atas cuma sebagian dari hasil coretan kuas nakalnya… ada yang lainnya, tapi gx sempat difoto sebab kami terus “perang” dengan saling ngecat tangan lawan…

Kami masing ngelanjutin job desc buat ngecat jendela yang lain, dan terus perang… serbuuuuuu!!!, Tapi Papa masih asyik buatin pintu belakang… Papa semangat, hehehe

Akhirnya Mama pulang dari beli cat baru, tapi gx dapet.. hmm gx apa-apa deh… dan hasilnya ada rambutan… enyak enyak enyak….

Setelah perang cat berakhir. Aku pamitan pulang, tapi ada yang pasang wajah murung. senyumlah ilang kalo gx ditagih…

“Nyonya, Pak Boz pamit buat kita kok, kita pasti ketemu diwaktu yang kita janjikan. Pakboz pergi buat nyiapin segala yang kita butuhkan nantinya… Oke!. Nyonya jangan sedih, pak Boz masih ada buat Nyonya kok!”

“I will present My heart for you only”

Jika Nanti

Gambar

Akhirnya, ku menemukanmu saat hati ini mulai merapuh

Akhirnya, ku menemukanmu saat raga ini ingin berlabuh

Ku berharap engkaulah jawaban segala risau hatiku

Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku

Reff:

Jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau disampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku

 

Akhirnya, ku menemukanmu saat hati ini mulai merapuh

Ku berharap engkaulah jawaban segala risau hatiku

Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku

Reff:

Jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau disampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku

Jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau disampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku

 

Akhirnya,

 Ku menemukanmu…

(Naff – Akhirnya Ku Menemukanmu)

Masih ingat lagu ini?

Aku suka sama lagu ini karena lirik-liriknya begitu mendalam.

Jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Kata-kata ini menyatakan bahwa jika kita sudah memiliki seseorang pendamping, maka bukan hanya kelebihannya yang harus kita banggakan, tetapi juga kelemahannya yang harus kita terima dan isi kelemahan itu dengan kelebihan yang kita miliki. Intinya, saling memiliki itu ialah saling mengisi satu sama lain. Itulah arti dari memiliki yang sesungguhnya.

4 Januari 2013 kemarin aku menyanyikan lagu ini special di depan orang aku sayangi. Aku menyatakan harapanku lewat lagu ini.

Yah, “Jika nanti ku sanding dirimu”. Jika Allah merestui, maka aku akan menyanding dirimu.

Dan aku juga ingin memiliki kamu dengan segala kelemahan dan kelebihanmu,

Aku ingin di sampingmu bersama tangis dan tawamu,

Aku ingin menemanimu dalam tidur dan jagamu,

Dan aku akan menyayangimu selama hidup dan matimu, sampai aku tidak mengerti bagaimana rasanya setiap oksigen yang biasa ku hirup. Sampai darahku benar-benar membeku tak mengalir, sampai nadi dan jantungku benar-benar tak bisa berdenyut lagi.

***

Aku masih ingat, aku salah nada di bait awal lagu ini, nada ku terlalu tinggi. Aku nggak ngerasa nyaman, tapi akhirnya suaraku harmonis juga dengan lagunya (maklum, penyanyi kamar mandi dibawa ke atas panggung. Yah demam panggung jadinya). But, it’s so fun.

Sebenarnya kamu sudah ku tarik ke atas panggung, tapi eh turun lagi dan duduk di samping Papa di depan panggung. Saat itu aku merasa kaulah satu-satunya penggemarku, kau dengan nyata melambai-lambaikan tangan seolah menonton penyanyi favoritmu. Dan aku tidak bisa berhenti menatap matamu, sampai aku lupa kalau lagunya sudah selesai. hehehe

Terus Belajar

Emmm…
Belajar,???
Aku pikir setiap manusia diwajibkan untuk belajar setiap detik mereka hidup di dunia ini.
Aku pikir setiap orang selalu ingin lebih baik.
Yah, mungkin kau juga berfikir seperti itu…

Aku akan terus belajar demi kebaikan,
Aku ingin terus belajar demi kehidupan,
Aku selalu belajar untuk memahami,
Yah, memahamimu,
Memahami setiap tatap matamu,
Belajar menerka setiap gerak bibirmu mengolah kata-kata bijak

Aku seolah telah menemukan “tulang rusuk” ku yang hilang saat mengenalmu
Aku seolah kehabisan nafas saat kehilanganmu dulu,
Tapi dengan nyata ku lihat “bala bantuan gratis” untuk membuatku terus bernafas saat kehadiranmu kembali.
Dan sekarang, aku kembali hidup atas “bala bantuan gratis” itu.
Serta bisa terus belajar untuk lebih baik.

Keluarga…
Keluarga yang sempurnah,
Yah, aku merasakan itu. Keluargamu telah menjadi keluarga baru bagiku.
Keluargamu membuatku banyak belajar,
Keluargamu juga membuatku mengerti banyak akan hidup dan keluarga.
Mereka memberiku mimpi tentang “Membuat Keluarga Sempurna” lainnya
Mereka memberiku harapan tentang “hidup bersama-sama”
Mereka membimbingku untuk melangka lebih jauh.
Mereka memberiku jalan menuju “Impian Kita”
Yah, aku rasa kamu setuju dengan ungkapan itu. “Impian Kita”
Kau juga memiliki “Impian” itu, kan?

Hohohoho…
Buy the way on the bus way… Ngomong-ngomong masalah “impian kita”
Aku mulai belajar menata langkah 1, 2, 3, 4 dan seterusnya, terkadang mengotak-atik langkah-langkah itu agar sesuai dengan urutannya.
Dan maukah kau melangkah bersamaku di jalan itu?
Maukah kau bermimpi bersamaku? dan meraih mimpi itu bersama-sama?
_Aa’_