Bagaimanakah seharusnya?

pagiSesungguhnya,
Hati ini sesak memendam rasa rindu
Ia terlalu kecil untuk memiliki rasa yang begitu besar ini
Bagaimana ia seharusnya ia menyimpannya?

Sebenarnya,
Hati ini terlalu lama menyimpan rasa ini
Ia terlalu sederhana untuk memiliki rasa yang luar biasa ini
Bagaimana seharusnya ia membaginya?

Sebenarnya tak ada yang tau semua itu,
Hanya yang Maha-lah yang bisa menjawabnya
Oleh sebabnya, aku titipkan salam ini pada-Nya
Oleh sebabnya, aku membagi rindu ini pada yang Kuasa atasnya

Yang Maha Pencipta, ciptakanlah tempat untuk membagi rindu ini agar bermuara pada-Mu jua
Yang Maha Tahu, beri aku petunjuk dimanakah tempat itu berada?
Yang Maha Adil, ajari aku membagi rasa ini tanpa menduakan Mu
Karena aku tahu, Engkaulah Yang Maha Memiliki atas segalanya…

(Suryadi—18/12/2013)

Oleh Soerjadi Keito Dikirimkan di PUISI

About 9th November in 2013

What do you think about “birth day”?

I think it just a moment that I can remember “how I born by My Mom” or “how I can be here”.

Yah, Moment ulang tahun memang bagi sebagian orang digunakan buat “party” dan harus dirayakan dengan mewah!.

Bagiku itu terlalu berlebihan, jika bisa ulang tahunku hanya diisi oleh orang2 terdekatku untuk lebih dekat dengan mereka,,,

How about who are the first one say “happy birth day to you”?

Gx terlalu penting sih, siapa yang menjadi orang yang pertama ngucapin kata2 itu, tapi bagiku orang-orang yang ngucapin kata2 itu adalah orang-orang yang peduli sama kita. Bagiku mereka seolah-olah mengingatkan aku tentang “umurku bertambah” yah “bertambah pendek”, waktuku tinggal sedikit, nafasku tersisa tipis…

Hmmm, ultah kali ini tidak aku rayain sama sekali, namun adik-adik ku lah yang memberikan kejutan luar biasa seperti ini, disaat aku sedang mengajar dan terpaksa terhentikan… cekidot

IMG-20131109-03060

Make a wish dulu: Do’a ku yah buat mereka yang akan menghadapi UN SMA dan SMP 2014, serta mereka yang bakalan Ujian Semesteran… semoga semuanya bisa tampil terbaik dan menjadi pemenang!

Camera 360 Camera 360

Tiup lilinnya…! huuuuuuussshhh…!

Tapi, apa yang terjadi sehingga membuat kegiatan mengajarku harus terhenti? Nah, mereka mulai usil dengan krim kue-nya kayak gini nih!

2013-11-09 19.10.07 2013-11-09 19.09.51 IMG-20131109-03062 IMG-20131109-03064

Dan akupun dibantai, seluruh waajah, rambut dan bajuku penuh dengan krim, ckckckck dasar adik-adik yang luar biasa! Mungkinkah aku lanjut ngajar kalo keadaanku sperti ini? bisa-bisa siswanya kesurupan ntar…

Camera 360 Camera 360 Camera 360 Camera 360 Camera 360 IMG-20131109-03063 2013-11-09 19.08.46 2013-11-09 19.08.43 2013-11-09 19.08.28 2013-11-09 19.08.15 2013-11-09 19.10.55 Camera 360 Camera 360

So, thanks full to all of my sister for that surprise, I’ll get the better person,,,
“together we make the dreams come true!”

Here they are:
_Annisa Dalifa (Andung)
_Nining Puteri Netris (Marmut)
_Vivi Yeni
_Fika
_Awliatul Fitriah (Atul Aw Aw)
_Asri Hermayati (Maya)
_Tita Harkianti
_Rina Putri Sari (Ibon)
_Ririn, Rani dkk
_Febiyola Dwi PZ (Eby Udang)
_Putri Aisyah Mirza

Let’s do it best! Keep Smiling and Keep Going!!! ~.o

(Cerita 9 November 2013 @ Kampus Ganesha Operation Kota Pariaman)

____Perdebatan Mimpi

Oleh: Suryadi

Seseorang anak manusia mulai tumbuh dewasa, bukan remaja lagi. Ia memiliki mimpi-mimpi yang ingin sekali ia jadikan nyata. Ia memiliki angan-angan yang ingin wujudkan. Beberapa mimpi itu ia tulis, dan ia genggam erat-erat dan mendekapkan ke dadanya sambil berkata, “Mimpiku, kamu itu jauh dan ku ingin membuatmu dekat denganku, sedekat ini, di sini” menepuk dadanya. Ia tak kuat menahan dan membendung air matanya yang ingin ikut melukis rasa harunya saat itu.

Hari semakin hari, ada mimpi baru yang muncul seketika. Mimpi lamapun tetap ada, bukan sirna. Namun sebaliknya, jalan menuju mimpi-mimpi yang lama seolah melihat jalan untuk mendekat saat mimpi baru muncul. Anak manusia ini selalu memberi simbol buat mimpinya;

“S”, ia buat untuk melambangkan mimpinya untuk melanjutkan studinya

“C”, melambangkan Carier yang ingin ia ukir, dan

“F”, mimpi barunya yang melambangkan Family, yah ia ingin membina suatu keluarga dengan gadis impiannya.

Ia sekarang telah memiliki sebuah keluarga baru, hmmm tapi ia belum mmenjadi kepala keluarga seperti impiannya. Ia telah menganggap keluarga dari sang gadis adalah keluarganya sendiri. Keluarga itulah yang banyak memberi nasehat dan gambaran tentang masa depan. Hal ini membuat  ia memiliki rasa percaya diri untuk menggapai mimpinya, yah mimpi lamanya.

Kemana mimpi barunya tadi???

Tetap ada, mungkin ia kurang memperhatikan mimpi barunya karena ia memang bukanlah orang yang romantic. Sampai suatu kala, mimpi baru itu mempertanyakan komitmen, “Kapan aku akan diwujudkan?”

Sang anak manusia mulai memutar otak, tak hanya sebatas itu, salah satu mimpi lamanya datang menghampiri dan menanyakan, “Aku mau kamu apakan sekarang? Aku sudah di depanmu!”

Sang anak manusia memiliki keterbatasan untuk menjemput mimpi lamanya itu, lantas anak manusia itu berbicara pada secarik kertas yang ia tulis dan genggam dulu

“”S”, sepertinya engkau harus menungguku saat aku lebih siap untuk mu. Ada “F” dan “C” yang ingin ku fokuskan dulu. Sepertinya mereka lebih membutuhkanku dan aku juga membutuhkan mereka. Ketimbang aku saja yang ingin menujumu, “S””

“S” ia tunda sementara dan tetap berjanji untuk meraih “S” dengan tenaga yang ia punya.

Sementara  itu, ia mulai menyusun kepingan-kepingan mimpi untuk memfokuskan diri pada mimpi lamanya yang lain, yah “C”. Ia merasa “C” lebih ia butuhkan untuk saat ini dan ke depannya.

Dan untuk mimpi barunya, “F” masih menunggu pembuktian keseriusan sang anak manusia. Ia takut jika melepas mimpi lamanya, maka akan lepas segala mimpinya. Ia bisa memperoleh semangat untuk menggapai mimpi lamanya dari mimpi baru itu, ia takut tidak memiliki semangat itu lagi.

Lantas ia berkata pada Tuhan dalam do’anya, “Tuhan, Engkau telah tahu bagaimana rizkiku, takdirku, dan jodohku. Bimbinglah langkah ini menuju mereka dengan atas izin-Mu. Aku sudah tidak tahu harus berbuat apa untuk meraih jodohku, jika memang sudah saatnya, dekatkanlah ia. Jika belum saatnya, aku meyakini bahwa nantinya ia akan Engkau kembalikan kepada hamba. Jika bukan ia jodoh yang kita sepakati saat sebelum aku lahir, maka buatlah situasi ini tidak semakin rumit, berikanlah hamba dan ia jalan menuju jodoh masing-masing dengan tanpa memutuskan tali silaturahmi yang terjalin, Amiin”

Sang anak manusia kembali meneteskan air matanya, ia sungguh merasa lemah, ia sudah pasrah tentang mimpi “F”nya. Ia tidak tahu kepada siapa ia harus bertanya, “bagaimana seharusnya langkahku?”.

Ia berkata dalam hati, “Seandainya aku bisa berbica 4 mata dengan-Mu, Tuhan. Seandainya ku mampu mendengar dan melihat petunjuk-Mu untuk itu dengan jelas, tentu aku tidak gelisa memikirkan masalah ini”.

Ia kembali merangkai mimpi-mimpinya dan menyiapkan hati untuk lebih kuat menghadapi kemungkinan takdir yang bertentangan dengan keinginan. Ia menyiapkan tenaga dan fikiran untuk melangkah menuju mimpi-mimpi yang ia inginkan dan mencari tahu apa yang Tuhan akan berikan untuknya yang ia yakini itu pasti lebih baik.

Ia hanya memiliki senyum untuk menghadapi itu semua, yah senyum terindah yang anak manusia itu miliki. Senyum yang mengajarkan hatinya untuk bersabar. Senyum yang memberi ia kekuatan untuk tidak gentar. Senyum yang penuh do’a dan harapan atas segala mimpinya.

***

~.o “Inilah Aku

~Itu Kata Mereka, Aku Tetap ^_^ saja…

Mereka : Cocok kok Ady sama dia..!

Aku        : ^_^

Dia          : Kak, mata kakak bagus loh!

Aku        : ^_^

Dia2       : Kak, kakak ganteng deh!
Aku        : ^_^

Mereka : Kan si dia lagi jauh…!

Aku        : Oh, tidak bisa, dia di sini kok (nunjukin hati)

#gubrakkk…

 

(Bertahan dalam kesetiaan dan prinsipku untuk menjemput takdir)

Belajar Kosa Kata

Serie “Hangguk”

 

아침 (achim): pagi
햇살 (haessal): sinar mentari
조금 (jogeum): sedikit
유치 (yuchi): kekanak-kanakan
그래도 (geuraedo): meskipun begitu
좋다 (johta): baik, bagus
깨우다 (kkaeuda): bangun
옆에 (yeope): di samping
바라다 (parada): harap
이렇게 (ireohke): seperti itu
보고 싶다 (pogoshipta): rindu
사랑 (sarang): cinta
어리다 (eorida): anak-anak, muda
생각하다 (saenggakhada): memikirkan
지 말다 (jimalda): jangan
더 (deo): lebih
늦다 (neutta): terlambat
기 전에 (kijeone): sebelum
크다 (k’euda): besar, tumbuh
잡다 (jabta): genggam
하늘 (haneul): langit
만큼 (mank’eum): sebesar
정말 (jeongmal); benar-benar, sungguh
살다 (salda): hidup
이유 (iyu): alasan
아주 (aju): sangat, seluruh, cukup…
미치 (michi): gila
도록 (dorok): sampai
안다 (anta): peluk
아직 (ajik): masih
빠르다 (ppareuda): cepat
눈 (nun): mata
마주치다 (majuchida): menatap
ㄹ때마다 (l ttaemada): setiap kali
얼굴 (eolgeul): wajah
번지 (beonji): tersebar, berpengaruh
미소 (miso): senyum
혹시 (hokshi): mungkin, suatu saat nanti
마음 (maeum): hati
한켠 (hank’yeon):sisi lain
닿다 (datta): menyentuh
아스라하다 (aseurahada): suram
아름답다 (areumdapta): indah
귓가에 (gwitkae): seputar telinga
속삭이다 (soksakida): bisik
언제까지나 (eonjekkajina): sampai kapanpun
원하다 (wonhada): ingin
바라다 (parada): harap
깊(kiph): dalam
더 이상 (deoisang): anymore,
숨기다 (sumgida): bersembunyi
놓다 (notta): melepaskan
느끼다 (neukkida): perasaan
오다 (oda): datang
알다 (alda): tahu
하나 (hana): satu
만 (man): hanya
부르다 (bureuda): memanggil
시작하다 (shijakhada): memulai
전부 (jeonbu): segalanya

Lirik Shinee – 하나 “One”

SHINee_edited by Ady Keito
[민호]
I’ll show you my love, girl

[온유]
아침 햇살이 그대와 같아요 조금 유치하겠죠
그래도 난 이런 게 좋은 걸

[태민]
나를 깨워준 그대 옆에 라면 더 바랄게 없겠죠
이렇게 그댈 보고 싶은 걸

[Key]
사랑이 어리다고 못할 거라 생각하지 말아요
[종현]
나를 더 늦기 전에
나 더 크기 전에 잡아줄 수 있죠?

[All]
사랑해요 그대만을 저 하늘만큼
정말 그대는 내가 사는 이유인 걸요
그대를 아주 많이 그댈 미치도록 안아주고 싶어
아직 많이 빠른거죠 그런거죠

[민호]
그녀의 눈이 마주칠 때마다
내 얼굴에 번지는 미소가
혹시나 그대 마음의 한켠에 닿을까
아스라한 너의 마음 그 속에 아름다운
귓가에 속삭여 널 사랑하는 나의 마음

[종현]
I’ll be taking you Girl, I know without you

[Key]
Without you, I miss you
언제까지나 그대를 원하죠

[민호]
원하고 바라는 맘
또 깊어지는 사랑
더 이상 숨길 수 없어
그대는 나인 girl

[태민]
내 마음이 그댈 잡고 놓질 않죠
그대도 느껴지나요

[Key]
나를, oh 더 늦기 전에
나 더 크기 전에 잡아줄 수 있죠?

[온유]
아직 그대 마음이 내 곁에
올 수 없는 걸 알아요 근데

[종현]
그대 하나만 나의 하나라고 불러도 되나요

[All]
우리 같이 one, two, three, oh!
자 시작해요 (Oh baby baby my girl)
그댄 나의 하나죠
나의 전부인걸요 (나의 전부인걸요)
그대를 아주 많이
그댈 미치도록 사랑하고 싶어 (Oh you know)
이제는 그래도 되죠 그런거죠

그대를 아주 많이 (You know you know)
그댈 미치도록 사랑하고 싶어
이제는 그래도 되죠 그런거죠 (Oh baby you can do right~)

[종현]
이제는 그래도 되죠 그런거죠

 

Versi Latin:

[Minho]

I’ll show you my love, girl
[Onew]
Achim haetsari geudaewa gatayoJogeum yuchihagetjyo
Geuraedo nan ireon ge joheun geol
[Taemin]
Nareul kkaeweojun geudae yeope ramyeon
Deo baralke eopgetjyoIreohke geudael bogo shipen geol
[Key]
Sarangi eoridago mothal geora
Saenggakhaji marayo
[Jonghyun]
Nareul deo neutki jeone
Na deo kkeugi jeone jabajul su itjyo?
[All]
Saranghaeyo geudaemaneul jeo haneulmankkeum
Jeongmal geudaeneun naega saneun iyuin geolyo
Geudaereul aju manhi geudael michidorok anajugo shipeo
Ajin manhi ppareungeojyo geureongeojyo (Hey)
[Minho]
Geunyangeui nuni majuchil ttaemada
Nae eolgure beonjineun misoga (Ah)
Hokshina geudae maeumeui hankkyeone daheulkka (Ah)
Aseurahan neoeui maeum geu soge areumdaun
Gwitgae soksakyeo neol saranghaneun naeui maeum
[Jonghyun]
I’ll be taking you, Girl, I know without you
[Key]
Without you, I miss you,
Eonjekkajina geudaereul weonhajyo
[Minho]
Weonhago baraneun mam,
Ttogipeojineun sarang

[Minho & Key]
Deo isang sumgil su eopseo geudaeneun nain Girl

[Taemin]
Nae maeumi geudael japgo nohjil anhjyo
Geudaedo neukkyeojinayo
[Key]
Nareul Oh deo neutgi jeone
Na deo kkeugi jeone jabajul su itjyo? (Woo Oh)
[Onew]
Ajik geudae maeumi nae gyeote
Ol su eopneun geol arayo geunde
[Jonghyun]
Geudae hanaman naeui hanarago
Bulleodo dwenayo (Oh~)
[All]
Urigati One, two, three, oh!
Ja shijakhaeyo (Oh baby baby my girl)
Geudaen naeui hanajyo
Naeui jeonbuin geolyo (Naeui jeonbuin geolyo~)
Geudaereul aju manhi
Geudael michidorok saranghago shipeo (Oh you know)
Ijeneun geuraedo dwejyo geureongeojyo

Geudaereul aju manhi (You know you know)
Geudael michidorok saranghago shipeo
Ijeneun geuraedo dwejyo geureongeojyo (Oh baby you can do right~)

[Jonghyun]
Ijeneun geuraedo dwejyo geureongeojyo
INDONESIAN TRANSLATE !

Kau seperti sinar mentari pagi, sedikit kekanak-kanakan
Meskipun begitu aku menyukainya
Aku hanya berharap terbangun denganmu di sampingku, tak lebih dari itu
Aku merindukanmu

Jangan memikirkan untuk mencintai karena kita masih muda
Sebelum aku lebih terlambat
Dapatkah kau kurengkuh sebelum aku menjadi lebih tua

Aku hanya mencintaimu, seluas langit itu
Sungguh hanya karenamulah aku hidup
Aku sangat ingin memelukmu sampai gila,
Apakah benar kita masih terlalu cepat ?

Setiap kali aku menatap matanya
Sebuah senyum terkembang di wajahku
Mungkinkah aku menyentuh sisi lain dari hatimu
Kubisikkan di telingamu yang indah, di dalam hatimu yang suram
perasaanku yang mencintaimu

I’ll be taking you
Girl, I know without you
Without you, I miss you
Sampai kapanpun aku menginginkanmu
Hatiku mengharapkan dan menginginkanmu

Cinta makin dalam
Aku tak dapat menyembunyikannya lagi
Kaulah gadisku

Hatiku menggenggammu dan tak akan melepaskannya
Apa kaupun merasakannya?
Aku, oh sebelum terlambat
Dapatkah aku merengkuhmu sebelum aku menjadi lebih tua

Aku tahu hatimu masih belum bisa datang ke sisiku
Hanya dirimu seorang, Bisakah aku memanggilmu satu-satunya bagiku?

Kita bersama, satu, dua, tiga, oh, ayo dimulai
Kaulah satu-satunya bagiku, segalanya bagiku

Aku sangat ingin mencintaimu sampai gila
Bisakah aku melakukannya saat ini?
Aku sangat ingin mencintaimu sampai gila,
Bisakah aku melakukannya saat ini?

Sumber:
http://haerajjang.wordpress.com

http://lirik.kapanlagi.com