
~~~Sabtu, 19 Januari 2013 ~~~
Aku berkumpul bersama teman akrabku, bisa dikatakan sahabat atau mungkin sudah seperti saudaraku sendiri,
Mereka datang untuk menemaniku sampai detik terakhirku berada di kosan ku yg tercinta.
Yah, pondokan yang telah kutempati selama 4 tahun lebih belakangan ini.
Kamar itu adalah basecamp nya kami untuk berkumpul membuat laporan, bersenda gurau, makan bareng, atau bahkan menjadi tempat penginapan bagi mereka yang bermain di pondokanku…
Kamar yang penuh kenangan itu bakan aku tinggalkan hari ini.
~tin tin tin..
suara kendaraan roda empat “Phanter” membunyikan klaksonnya.
Itu adalah travel yang akan mengantarkanku ke Tanah Minang.
Sahabat-sahabatku membantu membawakan koperku…
Pelukan hangat dan jabatan tangan yang penuh arti. aku pamitan dengan sahabat terbaikku dan para saudara sepenghuni pondokan rohani…
~Malam tiba
Roda empat yang ku tumpangi terus melaju menyusuri pantai barat sumatera.
Alunan musik khas melayu mengalun indah menggiring penumpang berlabuh ke pulau mimpi.
Deru ombak di sisi kiriku pun ikut menyapaku yang pertama kali melewati daerah ini, seolah menyampaikan salam kebesaran Tuhan yang telah menciptakan alam semesta.
Malam semakin pekat, meski bulan sabit tak surut niatnya menerangi bumi.
Ribuan bintang berkedip keadaku, seolah mengajakku menikmati malam dengan penuh syukur.
Akan tetapi hembusan angin malam merayuku untuk melangkah ke alam bawah sadarku.
Dan akupun terlena, terlelap tenang menuju alam mimpi.
~Roda empat kini menepi ke sisi kiri jalan.
Sang sopir turun dari singasananya setelah melihat roda empat lainnya mengalami pecah ban.
Aku pun ikut turun untuk sekedar meregangkan otot dan berbagi kisah dengan sang kekasih (My Beloved Nyonya) lewat pesan pendek.
Perjalanan masih panjang untuk menginjakkan kaki di tanah Malin Kundang.
Semoga selamat sampai tujuan, Amiin…
~~~Minggu, 20 Januari 2013. pkl. 00.00 am~~~
Tengah malam, Aku membuka mata saat roda empat yang ku tumpangi kembali bersandar di tepi jalan.
Kali ini ia mengantarkanku untuk kembali menguji selera lidahku.
Yah, perutku ini memang tidak terlalu lapar, tapi tetap saja diajak untuk menikmati masakan padang.
Ngomong-ngomong masalah Padang, Aku belum tau kami sudah sampai dimana saat ini.
Satu porsi makanan telah ku habiskan untuk tengah malam ini.
Yah, tengah malam, pukul 00.00 am.
Detik awal Minggu 20 Januari 2013 telah menghampiriku secara perlahan.
Perutku telah kenyang secara sempurna, mataku kembali menemui kantuknya.
~Ternyata kita sudah di Tapan.
Kabupaten pertama di Sumatera Barat yang berbatasan dengan Kabupaten Mukomuko Bengkulu.
Pak sopir harus hati-hati, selain jalannya yang tak terlalu lebar,banyak sapi-sapi berkeliaran di malam hari,.
Mereka bebas berkeliaran tanpa jerat tali yang biasanya mengikat spesies mereka.
Kondisi jalan masih hampir sama dengan Bengkulu, berlobang.
Tapi jauh berbeda dengan jalan Mukomuko yang halus…
~pukul 7.30
Roda empatku telah menemui tujuannya, aku dijemput Bang Andi (AA) di Kampung Jawa 2 Pariaman, menuju ke post peristirahatan di Kampung Jawa 1.
Aku beristirahat sejenak di gedung ini. besok atau lusa aku akan menghadapi ujian tulis…
Segera ku menelpon keluarga di kampung untuk memberi kabar bahwa aku sudah tiba di tempat tujuan.
Dan terutama My Beloved Nyonya…
~~~~~~