“Dan Jika”

hati

Dulu aku pernah berdiri di satu hati, hati yang tak memihakku.
Aku berdiri sampai pegal hati, 4 tahun. berjawab pilu. JFO.

Aku melangkah berpindah pada hati yang membelaku, tapitapi kakiku tak berpijak, hanya mengambang di atasnya…

Aku terusir dengan sendirinya.

Langkah sebenarnya telah jauh, begitupun langkah semuku.

Langkah semuku ingin berpijak pada hati yang bersih, yah aku temui hati itu meski waktu memintaku untuk beranjak sebentar.

Memilih memang sulit, sehingga putusanku untuk memilih lawan banding hati itu, tapi belum ada.

Dan kini, aku kembali pada hati yang bersih itu.

Yah, hati yang bersih.hati yang mengijinkan ku untuk tinggal.

Mauku selamanya, mungkin maumu juga!

Hati bersih itu masih sulit ku terka, kadang ia terlihat tegar ba karang, kadang juga ia rapuh serapuh cracker…

Dan jika ada hati yang lebih bersih,

perlu kau tahu, kakiku sudah melangkah.

CUKUP!!!!
Aku pilih hatimu saja
perlu kau tahu,
matapun telah ku tutup rapat, ku ingin hatimu saja.

Tangan ini telah ku ikat juga, ku ingi miliki hatimu saja.

KU HARAP KAU PUN JUA… !

hati kita

~~~~

 

“Ban Serep”

images

Hmmmmm, penting gx sih yang namanya BAN SEREP?

Otomatis, jawabannya “PENTING”.

Apalagi untuk melalui jalan yang belum tau track-nya gimana, atau yang sudah jelas penuh rintangan.

***

Yupzz, gx cuma kendaraan. tapi KEHIDUPAN juga.

HIDUP ibarat kendaraan, bedanya hidup itu gx bisa mundur ke masa lampau,,,

“Ha? HIUDUP PERLU PAKAI BAN SEREP???”

hoho, istilah saja.

Kita perlu rencana Buntuk mengakali jika rencana A gx bisa berjalan lancar, bahkan kita harus siapin rencana C, D dan seterusnya.

Karena tak ada yang tau besok itu seperti apa, minggu depan itu bagaimana, bulan depan bisa apa, apalagi tahun depan!!!

Untuk mensiasati kemungkinan gagal di hari esok, kita kudu nyiapin ide cemerlang mengenai rencana berikutnya…

“Enjoy aja dengan keseriusan hidup ini, tapi jangan lupa sama Sang Maha Pengatur Hidup… Jalani semuanya dengan kesungguhan, Berpegang pada apa yang jadi prinsip hidup”

~~~~~