Jika Nanti

Gambar

Akhirnya, ku menemukanmu saat hati ini mulai merapuh

Akhirnya, ku menemukanmu saat raga ini ingin berlabuh

Ku berharap engkaulah jawaban segala risau hatiku

Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku

Reff:

Jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau disampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku

 

Akhirnya, ku menemukanmu saat hati ini mulai merapuh

Ku berharap engkaulah jawaban segala risau hatiku

Dan biarkan diriku mencintaimu hingga ujung usiaku

Reff:

Jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau disampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku

Jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Dan bila nanti engkau disampingku, jangan pernah letih ‘tuk mencintaiku

 

Akhirnya,

 Ku menemukanmu…

(Naff – Akhirnya Ku Menemukanmu)

Masih ingat lagu ini?

Aku suka sama lagu ini karena lirik-liriknya begitu mendalam.

Jika nanti ku sanding dirimu, miliki aku dengan segala kelemahanku

Kata-kata ini menyatakan bahwa jika kita sudah memiliki seseorang pendamping, maka bukan hanya kelebihannya yang harus kita banggakan, tetapi juga kelemahannya yang harus kita terima dan isi kelemahan itu dengan kelebihan yang kita miliki. Intinya, saling memiliki itu ialah saling mengisi satu sama lain. Itulah arti dari memiliki yang sesungguhnya.

4 Januari 2013 kemarin aku menyanyikan lagu ini special di depan orang aku sayangi. Aku menyatakan harapanku lewat lagu ini.

Yah, “Jika nanti ku sanding dirimu”. Jika Allah merestui, maka aku akan menyanding dirimu.

Dan aku juga ingin memiliki kamu dengan segala kelemahan dan kelebihanmu,

Aku ingin di sampingmu bersama tangis dan tawamu,

Aku ingin menemanimu dalam tidur dan jagamu,

Dan aku akan menyayangimu selama hidup dan matimu, sampai aku tidak mengerti bagaimana rasanya setiap oksigen yang biasa ku hirup. Sampai darahku benar-benar membeku tak mengalir, sampai nadi dan jantungku benar-benar tak bisa berdenyut lagi.

***

Aku masih ingat, aku salah nada di bait awal lagu ini, nada ku terlalu tinggi. Aku nggak ngerasa nyaman, tapi akhirnya suaraku harmonis juga dengan lagunya (maklum, penyanyi kamar mandi dibawa ke atas panggung. Yah demam panggung jadinya). But, it’s so fun.

Sebenarnya kamu sudah ku tarik ke atas panggung, tapi eh turun lagi dan duduk di samping Papa di depan panggung. Saat itu aku merasa kaulah satu-satunya penggemarku, kau dengan nyata melambai-lambaikan tangan seolah menonton penyanyi favoritmu. Dan aku tidak bisa berhenti menatap matamu, sampai aku lupa kalau lagunya sudah selesai. hehehe